Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar Adalah

Teknik Memproduksi Tembikar – Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar Adalah? Ada Bebagai macam Teknik dalam pembuatan Tembikar, Banyak pencarian di internet dengan pertanyaan Apa Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar ? jika anda juga sedang ingin membuat tembikar atau gerabah, namun tidak tau tekniknya. maka admin zonainspirasi.com akan mengulas lengkap tentang teknik tembikar tersebut. Yuk simak selengkapnya dibawah ini

di kutip dari arkeologijawa.kemdikbud.go.id bahwa Tembikar adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Tembikar diperkirakan telah ada sejak masa prasejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. Tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunakan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan atau jari manusia, selain itu bentuknya kadang tidak simetris. Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap-batu dan roda putar.

Kotagede dikenal sebagai situs tempat berdirinya Kerajaan Mataram Islam, Panembahan Senopati yang mendirikan istananya pada tahun 1575. Nama Kotagede berasal dari Kota berarti kota dan Gede berarti Besar, jadi Kotagede adalah kota besar.

Apa Itu Tembikar

Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar
Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar

Dilangsir dari wikipedia Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh perajin. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu objek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan. Sedangkan gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia.yaitu

Tembikar atau gerabah diperkirakan telah ada sejak masa prasejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di Indonesia, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan.

Tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunakan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari), selain itu bentuknya kadang tidak simetris. Selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap batu dan roda putar.

Pada awalnya, tembikar dibuat dengan bentuk polos dan mudah rapuh tetapi saat ini tembikar tersedia dalam berbagai macam bentuk, motif, gambar, atau lukisan khas dan daya tahan lebih lama.

Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar

Di Indonesia, tembikar dibawa melalui kebudayaan Sa Huynh, suatu kebudayaan kuno di daerah Vietnam yang terkenal akan seni gerabah dan tembikar kunonya.

Inilah Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar, teknik gerabah / tembikar Adalah cara pembuatan dengan teknik yang berbeda beda, dan dengan cara masing masing daerah memang banyak perbedaan

Berikut ini Teknik Pembuatan Tembikar yang ada di indonesia, berbagai Macam-Macam Teknik Pembuatan Gerabah dibawah ini bisa anda gunakan sesuai kemampuan.

Teknik Lempeng (Slabing)

Teknik lempeng (slabing) merupakan teknik yang digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis dengan permukaan rata. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempeng tanah liat menggunakan kayu penggilas. Setelah menjadi lempengan kemudian dipotong dengan pisau atau kawat sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, menyusun lempengan tersebut menjadi bentuk kubus/ kubistis yang diinginkan. Tahap akhir, memberikan hiasan dengan ditoreh pada saat tanah setengah kering.

Teknik Pijat (Pitching)

Teknik pijat (pitching) merupakan teknik pembuatan gerabah dengan cara memijat tanah secara langsung menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat lebih padat dan tidak mudah mengelupas sehingga hasilnya tahan lama. Proses pijat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

  • Ambil segumpal tanah liat plastis,
  • Tanah kemudian diulet-ulet, dan dipijit-pijit dengan ibu jari membentuk benda yang diinginkan.
  • Dihaluskan menggunakan kuas atau kain halus.

Teknik Pilin (Coilling)

Teknik pilin (coillin) adalah cara membentuk tanah liat dengan cara membuat bentuk dasar berupa pilin atau seperti tali. Cara melakukan teknik ini adalah dengan mengambil segumpal tanah liat kemudian dibentuk pilinan dengan kedua telapak tangan. Ukuran dan panjang pilinan dibuat sesuai kebutuhan. Kemudian pilinan tanah liat disusun menjadi bentuk yang diinginkan. Setiap susunan diberi tambahan air agar tanah merekat dan menempel.

Teknik Putar (Throwing)

Untuk membuat gerabah dengan teknik putar (throwing), memerlukan alat bantu berupa subang penarik atau alat putar elektrik. Cara melakukan teknik ini adalah dengan mengambil segumpal tanah liat plastis dan lumat. kemudian, ditaruh diatas meja putar tepat ditengah-tengahnya. Lalu, teka tanah liat dengan kedua tangan sambil diputar. Bentuk tanah liat sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Teknik putar dilakukan untuk membuat gerabah berbentuk silindris.

Teknik Cetak Tekan (Press)

Teknik cetak tekan dilakukan dengan menekan tanah liat yang bentuknya disesuaikan dengan cetakan. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dengan waktu yang tepat.

Teknik Cor atau Tuang

Teknik cor atau tuang digunakan untuk membuat gerabah dengan menggunakan acuan alat cetak. Tanah liat yang digunakan untuk teknik ini adalah tanah liat cair. Cetakan ini biasanya terbuat dari gips. Bahan gips digunakan karena gips dapat menyerap air lebih cepat sehingga tanah liat cepat kering.

Tahap akhir dari proses pembuatan gerabah berbagai macam teknik tersebut adalah pembakaran. Membakar benda yang terbuat dari tanah liat tidaklah mudah. Untuk melakukan proses pembakaran ini membutuhkan teknik dan media yang tepat. Hal ini dilakukan pada tanah liat dan keramik agar gerabah yang telah dibuat tidak pecah dan retak.
Pertama-tama gerabah yang telah dibentuk harus dikeringkan terlebih dahulu agar kandungan air yang ada dalam tanah liat menguap dan rata. Cara pengeringannya cukup sederhana, yaitu cukup disimpan di atas rak terbuka dan diangin-anginkan. Setelah beberapa hari gerabah dijemur diterik matahari agar benar-benar kering (kering ini bersifat sementara karena kalau terkena air akan lembek). Setelah kering, barulah gerabah dibakar dengan cara pembakaran langsung atau dengan cara lain yaitu di oven dengan alat tungku pembakaran.

Langkah Awal Cara Membuat Tembikar / Gerabah

Proses pembuatan keramik bisa dilakukan dalam 5 tahap pengerjaan. Keramik, umumnya dibuat menggunakan bahan dasar tanah liat yang mengalami proses pembentukan dan pembakaran.

Melansir dari laman wikipedia, keramik bisa didefinisikan sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya.

Teknik dan tahapan proses pembuatan keramik merupakan unsur yang penting dalam membuat keramik.

  1. Pengambilan tanah liat. Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik. Tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya.
  2. Persiapan tanah liat. Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari. Setelah itu, kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan mekanis. Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling. Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual.
  3. Proses pembentukan. Setelah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan. Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah liat. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan disainnya. Perajin gerabah akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot). Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya. Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu bulat, kain kecil. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik.
  4. Penjemuran. Setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran. Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setelah itu baru dijemur hingga benar-benar kering. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari.
  5. Pembakaran. Setelah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. Gerabah-gerabah tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. Proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun kayu bakar.
  6. Penyempurnaan. Dalam proses penyempurnaan, gerabah jadi dapat dicat dengan cat khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi.

Demikianlah penjelasan mengenai Cara pembuatan tembikar, dengan adanya postingan ini semoga anda mendapatkan jawaban dari pertanyaan “Teknik yang dipakai untuk Memproduksi Tembikar Adalah”. semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar