Breaking News
Categories
  • Budaya
  • Filsafat
  • Kesehatan
  • News
  • Opini
  • Photo
  • Profil
  • Religi
  • Sastra
  • Tips
  • SKETSA KENANG SELEMBAR DAUN PISANG

    Mei 11 2024204 Dilihat

    Foto: Heru Patria
    Oleh: Heru Patria (Foto: Heru Patria).

    Selembar daun pisang
    tempat kita berlindung dari curah hujan
    pada suatu siang
    bertahun silam
    di bawah selembar daun pisang hijau
    dua hati bertalu rindu dan galau
    menggores mimpi mimpi malam
    agar hati tak kelam

    Sebelum gerimis letih jilati bumi
    dirimu pergi tinggalkan sekeping hati
    terdampar di ruang kenang paling sepi
    bara cinta merajam jiwa
    mengenangmu bagai menilik sudut neraka
    pada daun pisang yang telah terkoyak
    kulukis sketsa seraut wajah berserak
    diam tanpa gerak
    menunggu retak

    Basah daun pisang oleh air genangan
    basah sekeping kalbu dihunus kesepian
    kepergianmu serupa hujan reda tanpa pamit
    aku tersudut di ruang asa paling sempit
    lalu aku tanya pada tanah basah
    kemana raibnya rindu kala hati gelisah
    tapi tanah membisu tiada memberi tahu
    aku menghidu kecewa sepanjang waktu

    Sampai daun pisang itupun kering
    robek tertiup angin paling hening
    aku lepas sebuah cincin dari kelingking
    sebab cinta telah pergi tanpa berpaling
    di puncak malam aku meniti harap
    kan aku dapati daun pisang baru lebih tegap
    modal tuk mengenang indahmu yang telah lenyap
    agar sepi bosan mendekap

    Pada sisa hujan aku sembunyikan
    air mata kehilangan coba ku tahan
    tanpamu aku sketsa sedih dirundung pilu
    mengharap kau kembali serupa menghidu candu
    lalu aku biarkan hujan tak lagi turun
    aku menepi pada kerontang sebuah gurun
    aku titipkan salam kangen pada desau angin
    semoga terwujud sebuah temu yang aku ingin

    Sketsa kenang pada selembar daun pisang
    bawa aku terbang jelajahi rindu tanpa ruang
    demi dirimu aku rela menjelma karang
    lahirkan kesetiaan dari gempuran gelombang
    biarkan rindu jadi rasa paling jalang
    agar suatu waktu kau ingat jalan pulang
    menuju ke hatiku tanpa keraguan
    tapaki tangga cinta dalam kepastian***

    Blitar, 9 Mei 2024

     

     

    Baca juga: Cara Membersihkan Lahan yang Terkena Layu Fusarium

    Share to

    Related News

    Oleh: Ardhi Ridwansyah

    YANG TERTINGGAL

    by Mei 14 2024

    Remang malam bulan gamang Angin menderu dera berseru Bayang-bayang yang lalu Bersimpuh pada kaki nan...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordin...


    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no...

    07 Feb 2024

    The Role of Big Data in Shaping the Businesses ...


    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with ...

    07 Feb 2024

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as ho...


    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outs...

    07 Feb 2024

    Satgas Yonif 122/TS Berikan Pelayanan Kesehatan...


    ZonaInspirasi.Com, Keerom – Mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Pos KM 76 Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS memberikan pelayanan...

    16 Mei 2024

    Hamas leader killed in Lebanon; IDF withdrawing...


    The killing of Hamas leader Saleh al-Arouri in a reported drone strike in Beirut will be perceived as a warning to Iran, which has armed and fin...

    07 Feb 2024
    back to top